Posts mit dem Label poetry werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Posts mit dem Label poetry werden angezeigt. Alle Posts anzeigen

Freitag, 1. Mai 2015

Musim Hujan

Angin berderu kencang,
menyentuh wajah gamang.
angin meliuk-liuk,
memutari tubuh sepi tak dipeluk.

Payung-payung bekerja keras,
memisahkan rinai jatuh dengan tanah tak berparas.
payung cemburu,
pada pertemuan hujan dan tanah sang perindu.

awan berarak mengikutiku, yang arahnya hanya padamu.
awan berubah mendung, saat ia tahu ada cinta yang terbendung.






(1;21)

Freitag, 27. Februar 2015

kalau cinta mudah saja

Kalau cinta, mudah saja bilang cinta.
Walau bibir kelu jantung beku.
Ia akan sampai dari tatapan, genggaman tangan atau beri sejenak pundak, lalu biarkan ia disana.

Kalau cinta, mudah saja kita bahagia.
Karena tawa seperti sebuah permen: manis dan sederhana.
Manis seperti dirimu, sesederhana kita berdua.

Kalau cinta, mudah saja beri waktu.
Tak peduli bentuknya kotak atau lingkaran.
Kirim sedetik "aku cinta."
Dan biarkan ia senyum-senyum malu.

Kalau cinta mudah saja menang dari rindu.
Karena temu, akan lebih bermakna jika ada kamu.

Kalau cinta, mudah saja tak bilang putus
Karena kita sama-sama belajar untuk mencintai dengan tulus.
Walau kita berdua tahu,
Jalannya tak akan mulus.


Kita coba, ya?

Samstag, 1. November 2014

Untuk kita, dariku.

Sudah lewat hitungan 365 saat kau disini, untuk bilang "aku mencintaimu" setiap telepon usai. Kita buta waktu, kita tak kenali itu.
Sudah kering sisa hujan yang kita nikmati berdua.
Berempat bersama tanganku, tanganmu, yang tercipta untuk bertemu.
Waktu adalah teman dan musuh terbaik, untuk menemukan dan melepaskan kita dengan caranya sendiri.

Waktu pula yang kerap kali membawamu kembali tanpa perlu membawamu kembali.
Dengan lagu yang ku dengar sayup-sayup di pusat perbelanjaan.
Dari menemukan yang kau suka dan tidak.
Kau selalu kembali.
Selalu.

Rindu.
Berterimakasihlah padanya, yang berkata bahwa sebenarnya kita tak perlu lagi ada.
Karena kita hanya rindu.
Bukan ingin seperti dulu.

Minta maaf lah pada selamat tinggal,
Karena kita telah berbohong padanya beberapa kali, dengan terus bertemu tanpa dia ketahui.

Bertemanlah dengan 'hai'.
Pada ia-mu yang baru.
Pada ia-ku yang baru.
Pada aku untukmu.
Pada kamu untukku.
Karena kita bukan orang asing.
Kita hanya kembali jadi lebih mengerti, dan menyimpan dengan baik ini tanpa harus mengulang kembali.

Montag, 6. Oktober 2014

Rumahmu

Aku punya sepasang jendela seperti dua bola matamu.
kamu dapat menatap hal disekitar dengan aku, memahami dan
menikmati kupu-kupu yang bertamu juga dengan aku.

Aku punya atap seperti kedua lenganmu,
yang begitu hangat memeluk saat hujan bagai memburu.
memberi rasa aman seperti aku tau kamu disini bersamaku.

Aku punya pintu seperti senyummu.
yang terbuka saat menatapku,
yang selalu merekah seperti berkata "aku mencintaimu."

Aku punya bunga-bunga cantik disekitar pekarangan.
seperti kita, sederhana dan indah secara bersamaan.

lalu, setelah sejauh itu.
dapatkah aku jadi rumahmu?
dimana kau tetap disana,
meyakinkanku bahwa kau selalu ada.

jadi yang terakhir,
lalu satu-satunya.

disaat kamu mulai enggan,
hiasi aku dengan warna kesukaan kita,
jadikan ia pelangi untuk kita berdua.

aku tak akan menguncimu dari dalam.
karena kamu akan selalu tau,
kemana arah pulang, aku.

Sonntag, 28. September 2014

Aku Suka Kehilanganmu

aku suka kehilanganmu,
aku suka hilang darimu.

sering-seringlah menghilang,
karena dengan itu aku tau aku rindu.
iya, disana saja, jauh dariku.
agar aku paham bahwa kamu bukan untuk kuabaikan.

aku suka kehilanganmu.
karena dengan itu aku tau cinta butuh ruang bebas untuk pergi.
bukan hanya "jangan pergi."

aku suka kehilanganmu.
aku suka kau hilang dariku.

aku tak pandai mempertahankan.
jadi aku coba kepandaian lain seperti melepaskan.

kepada kamu, aku temukan kehilangan dan melepaskan bukan hal yang sama.

aku suka kehilanganmu.
dengan cara itu aku tak perlu mencari kemana,
aku tak perlu resah dengan ketidakadaanmu.
karena aku tau kau disana.

ada bersama hilang.

Montag, 14. Juli 2014

aku,kau.

kita adalah sepasang, yang jadi satu dari dua.
beberapa jari kita sudah terpaut,
namun jarak adalah yang terbijak,
lalu kita belajar mengalah.

kita mungkin satu titik dari kata cinta,
namun cinta tak sepenuhnya jadi kita.
terkadang aku benci mencintaimu,
walau seringnya tak begitu.

aku adalah sekumpul tulisan rumit,
yang enggan kau baca.
kau bagai kepakan burung lepas,
yang rindu langit tak beratap.

aku, dan kau.
adalah beberapa keping hilang yang bertemu dalam irama yang (tak sengaja) sama.
yang mencoba untuk bersama.


Sonntag, 6. April 2014

Cangkir

Kau adalah cangkir,
tanpa telinga disisinya,
biar aku menggenggammu utuh.

Kau adalah cangkir,
dari kopi dengan dua-sendok-gula-ku.
apa jadinya ia tanpamu?

Kau adalah cangkir,
kosong.
Lalu biarkan aku mengisimu.

Kau adalah cangkir,
pada hari hangat dan dinginku,
bagai baju hangat atau selimut tebal.

Kau adalah cangkir,
yang pada satu titik rumit,
mengajariku, "cinta adalah hal sederhana,
namun dengannya, kau merasakan nyaman
dan luar biasa."








Sonntag, 30. März 2014

berdansa

Aku ingin membeli piringan hitam,
mengubah televisi nyata terasa putih abu-abu lagi,
terkadang hal-hal usang terasa begitu manis 
saat jadi memori.

Aku akan memutar piringan itu,
pada lagu kesukaan kita,

Mari belajar berdansa,
bila kita berdua,
walau hanya berputar, berjinjit,
keluar irama,
terlalu bahagia untuk jadi bingkai kenangan.

Mainkan lagunya hingga usai,
jangan biarkan jeda menunggu,
aku tak ingin cepat selesai.

Berdansalah denganku,
hingga kedua kaki kita lelah,
hingga putaran tanganmu terasa salah.

Hingga bulan utuh
membentuk sabit seperti senyuman,
hingga tangan kita melemah,
tak sanggup menggenggam.
hingga pada hingga-hingga kelak.

tetaplah disini,
denganku.

Mittwoch, 26. März 2014

2. Rewind, play.

rewind
1. Aku tak tahu, ini perasaan apa.
seperti rasa akrab yang hangat,
antara teman lama bertukar sapaan,
sambil menerka sesuatu yang telah banyak berubah.

2. Aku tak tahu ini perasaan apa.
sebagian dari hatiku hanyalah beberapa sekutu rindu
yang sering mencarimu,
walau tahu itu tak perlu.

3. Apa kau masih jadi beberapa hal yang aku ingat,
atau jadi orang asing yang luput dari pikiran?
aku, kamu, kita.
sendiri, sepasang orang asing yang saling menemukan.

play

1. apa hal yang paling kau sukai saat ini?
mari kita mulai,
dari kamu.
entah kenapa, aku selalu menyukai, 
potongan-potongan kecil dari dirimu.

2. aku masih menyukai hal yang sama,
beberapa hal seperti buku, 
tapi entah cangkirku tak banyak diisi teh lagi.
beberapa hal seperti saat ini,
saat bersamamu,
masih jadi hal yang ku sukai.

3. satu, dua, tiga.
bagaimana jika,
kita mainkan ini, saat ini.
berdua saja?

Dienstag, 11. März 2014

kita baik-baik saja

Hai, kepadamu lagi,
kau seperti langganan surat kabar,
yang kukirimkan tergesa, melayang melintas pagar.
kita berdua tahu,
bila tulisan ini untukmu.

belakangan hari ini,
aku bertanya pada diriku sendiri:
apa definisi 'kembali'?
mungkinkah, ia terbentuk dari partikel kecil 
dengan kata 'ulang' memenuhinya.
bukan, aku rasa.

atau..
ia sekawanan burung kecil,
yang membawa pesan 'bertemu lagi'
tidak, aroganku menyala,
memadamkan rasa yang mati-matian menarik perhatian.

aku tahu,
kau ahli pada masalah sepele ini,
bukankah kita coba lepaskan berkali-kali?

maka, bila kembali berarti mengulangi,
aku tak mau lagi,

maka, bila kembali berarti bertemu lagi,
akan aku kunjungi kenangan yang mungkin aku-dan-kau ingat.
di tempat itu, pada musim dan genggam hangat yang sama.


karena kau pasti tahu,
dengan begini, kita baik-baik saja.



Dienstag, 4. März 2014

play and rewind

play
mainkan saja,
di nada manapun yang kau bisa.
saat kau tertawa, berjalan, bercanda.
mainkan saja,
akan kutunggu hingga jedanya,
ada cinta yang buru-buru ingin diutarakan.

rewind
aku ingin mengulangnya,
dimana kau terus tertawa, berjalan, bercanda.
agar aku tak punya cukup waktu,
agar aku jadi penonton saja, yang tak harus bilang cinta.



Freitag, 28. Februar 2014

rapuh

rapuh; dalam tawa yang memenuhi atmosfer ruang itu,
sayup-sayup terdengar suara yang lekat.
namamu,
indra pendengarku sibuk mencari dimana, 
sungguh, aku tak suka cara ia memanggilmu--begitu seperti aku.

tidak, aku lihat dia.
semburat wajahnya, aku hapal betul.
semburat orang-orang konyol sedang jatuh cinta.

jawab aku.
apa yang salah dari mencintai yang juga mencintai yang lain?
hatiku kah?
maka, ambil saja dia lalu kau genggam saat bersamanya.

rapuh; ini kali pertama egoisku tahu diri,
menyeretku, dari tengah-tengah kalian.
tahukah kau?
ini kali pertama,
aku merasa ingin sekali bertahan.
tidak tahu darimana asalnya,
aku tetap mau,
bersama kamu yang bersamanya.

Montag, 24. Februar 2014

nyaman

kemari, lihat satu per satu catatan kecil di dinding,
tentang pertemuan rahasia,
tentang percakapan pendek,
tentang aku yang asing,
dan kamu yang begitu akrab di hatiku.

kemari, dengar suara kecil disisimu,
ingin berkata 'hai' saja,
tetapi lututnya sudah lemas.

kemari, jika setidaknya kamu ada waktu,
aku tidak mengerti,
pada pertemuan kita yang sekali dua,
pada percakapan pendek yang selalu kau mulai,
aku merasa...
nyaman.

nyaman.
seperti sehabis meneguk teh hangat,
dan sensasi saat perutmu terasa nyaman.

kamu buat aku begitu,
merasa nyaman, tanpa ada usaha.
kamu buat aku begitu,
membuat ia yang berlalu jadi tak penting lagi.

jika cinta butuh waktu lama,
lalu apa namanya ini?
saat setiap bersama kamu,
setiap kataku kalah,
dalam kulum senyummu.

jika cinta butuh waktu lama,
lalu apa namanya ini?
sesuatu yang hangat,
sesuatu yang cocok.
sesuatu saat pertama kali kita dipertemukan oleh permainan..

aku hanya tahu,
bersamamu, aku nyaman.





Sonntag, 19. Januar 2014

rindu dan bulan

Ibu, seperti apa rindu itu?
apa rasanya manis?
kalau iya, aku mau satu.

Ibu, aku masih aku yang ingin mengambil bulan itu.
namun, apa bulan juga bisa merindu?
kata orang lewat tadi,
bulan tak secantik ini.
tapi kau bilang padaku,
bulan itu baik, nak.
ia menemanimu tidur di malam gelap.
seperti macam lagu saja.

Ibu, mengapa bulan mengingatkan aku pada sesuatu?
tentang dia.
dia.
lelaki itu.

Bisakah aku bergelantungan saat bulan berbentuk sabit?
lalu berdiri diatasnya sambil berjinjit.
mencari dia.
mencari.

apa rindu dan bulan sepasang teman kecil?
aku melihat mereka bergandengan kemarin sore.
lalu minum teh sambil membicarakan orang-orang yang 
sering berbicara pada bulan, tentang seseorang.

Ibu, seperti apa rindu itu?
lelaki yang ku bicarakan telah pergi,
entahlah, naik kapal terbang atau laut.
dia pergi,
sepertinya ditelan bulan.
mungkin ia sosok alien.
yang tersesat di bumi.

....dan aku hanyalah pengambil bulan.

yang tak sengaja jatuh rindu,
terlalu lama pada ia.




aku-pembunuh kenangan--yang baik

hai tuan, kita bertemu lagi.
kenalkan aku,
aku, pembunuh kenangan yang baik.
gampang saja jika sekedar melupakan dirimu.

memang siapa dirimu?
hingga harus sukar dilupakan?

tuan, aku ini pembunuh kenangan yang baik.
aku pelupa,
kau pasti tahu itu kan?

memang siapa dirimu?
hingga aku harus mengingatmu melulu.

tuan, aku ini pembunuh kenangan yang jitu.
tanya padaku, dimana foto kita dahulu?
tersimpan,
tak perlu ku acuhkan.
aku sudah lupa.

tuan, tapi aku ada sedikit masalah.
ada beberapa disini yang salah.
antara aku yang marah,
lalu kau kalah-- atau berkilah?
namun, aku masih pembunuh kenangan yang baik.

tuan, aku pembunuh kenangan yang baik.
tetapi aku bukan,
bukan.
bukan.
pembunuh perasaan.
hingga perasaan padamu ini.
yang telah larut bersama petrichor beberapa waktu silam itu,
masih disini.
disana,
di tempat kau berada.

Montag, 18. November 2013

ruang kecil

pintunya tidak berbunyi "krek.." saat dibuka.
warnanya tidak coklat seperti pintu kamar.
pintunya kasat mata.
aku lupa dimana kuncinya.
namun, sepertinya terbawa dalam kopermu saat itu.
saat kita terburu-buru melipat kenangan, memasukkannya,berdesakan tak bisa bernapas.

Aku tak pernah sekuat ini dalam melepaskan.
kecuali padamu.
tapi, celakanya.
setelah kamu terbang dengan pesawat kertas buatanmu,
dia datang.
merapikan barang-barang di ruang itu.
meletakkan cangkirnya di mejamu.

dia datang.
aku mencintainya.
tapi, anehnya.
tidak seperti padamu.

aku mencintainya.
tapi aku ingin dia pergi ke ruang yang lain.
dia enggan, lalu aku kucoba sekali lagi.
ya, dia pergi.
tak mau kembali.

setelah itu,
ruanganmu jadi sepi.
hanya ada angin kecil menari-nari.
sarang laba-laba membuat tirai sendiri.

aku tak ingin mengusiknya,
aku mau menunggumu saja.
sampai kamu datang lagi.
entah harus berapa lama lagi.


Dienstag, 29. Oktober 2013

bulan sabit dan tawanya.

matanya seperti bulan sabit,
saat dia tertawa, manis sekali.
dia sering tertawa, padahal bukan sesuatu yang lucu,
tetapi dia sering tertawa.

aku kira aku jatuh cinta,
aku kira ini bukan lagi tentangmu.
tetapi,dia.

namun ternyata aku keliru.
aku menyukai mata bulan sabitnya.
tetapi hatiku masih kamu bawa.

namun ternyata aku salah.
aku hanya ingin mendengar tawa renyahnya.
sedangkan hatiku masih kamu bawa.

jadi, begini saja.
lepaskan aku untuk melupakan kita.
dengan tidak terus mengusik ruang kosongku.
kamu benar-benar tidak tahu,
bagaimana inginku, me-lepas-rela-kan semua kita.
seperti kamu.

Samstag, 7. September 2013

kita,atau tidak ada lagi.

selamat pagi dari sini.
pagi, saya tidak tau kamu dimana,
tetapi terasa dekat sekali.

sudah lama, semenjak hari itu tidak ada selamat pagi;
darimu.
sebenarnya aku masih menunggu, tetapi aku masih seseorang yang kalah dari emosi.

sejak--selamat tinggal-- itu,
apa yang aku tinggalkan padamu?
padaku,kamu tinggalkan bagaimana menyukai kopi,
dan sedikit minum teh.

apa kabar?
saya rindu,sekali.
sebenarnya, ada beberapa yang ingin aku katakan.
tetapi segalanya tertahan tak sampai diuraikan.

apa sudah ada yang mengucapkan selamat tidur untukmu?
atau "jangan pulang malam-malam"
lalu kamu akan bilang iya,
lalu berakhir saat aku tidur lebih dulu.

saya rindu kita, atau tidak ada lagi.
atau seharusnya aku tidak boleh lagi.
berkata kita;untuk kita yang pernah ada.

Freitag, 21. Juni 2013

masih ada bulan yang sama

kamu tak memberi seikat bunga,
dan hal klise lainnya.
hanya membuatku merangkai sajak saja.

bersama kamu,
seperti tersesat sendiri.
dalam teka-teki,
entah mendatar atau menurun.

aku belum sepenuhnya mengerti.
saat kita terus berjalan bersama sunyi.
dengan ruang kecilku yang berisik.

aku tau,daun-daun yang jatuh di jalan setapak kita.
dan aku ingat,
aku menyelipkan salah satunya di buku harianku.

aku tau,
bersama itu ada yang tak sengaja,
ikut terjatuh tiba-tiba,
bersama percakapan kecil basa-basi.

aku tau,
ada sesuatu.
saat kita mungkin tak berada di titik yang sama lagi.
tak lagi di musim yang sama.

aku tau,
ada sesuatu,yang tak pernah aku mengerti.
saat kita masih disana.
hingga saat ini terlalu dirumitkan jarak,
meski masih ada bulan yang sama.

anak kecil

lampu mati, kau terpejam. ku nyanyikan selamat tidur, untuk kau, anak kecil. mereka bilang, banyaklah bermimpi jika nanti kau cium me...