Bawa seperlunya.
Bukan, bukan yang mereka butuh.
namun yang kau butuh.
Buang seperlunya.
yang usang dan menyakitkan.
Bukan, bukan yang buatmu belajar.
namun yang buatmu tak mau belajar.
Lepas seperlunya.
caranya mengenggam tanganmu sore, habis hujan itu.
Bukan caranya hilang tanpa bilang
karena setidaknya kau bisa setegar karang.
Bahagia.
Bahagialah sebahagiamu.
karena pada satu titik nanti, hanya ada dirimu, untukmu.
Montag, 3. April 2017
Abonnieren
Kommentare zum Post (Atom)
anak kecil
lampu mati, kau terpejam. ku nyanyikan selamat tidur, untuk kau, anak kecil. mereka bilang, banyaklah bermimpi jika nanti kau cium me...
-
kita adalah sepasang, yang jadi satu dari dua. beberapa jari kita sudah terpaut, namun jarak adalah yang terbijak, lalu kita belajar men...
-
Kau adalah cangkir, tanpa telinga disisinya, biar aku menggenggammu utuh. Kau adalah cangkir, dari kopi dengan dua-sendok-gula-k...
-
kita adalah beberapa keping yang digenggam waktu begitu erat. lucunya , sesuatu yang begitu erat digenggam, jadi begitu rentan terlepas l...
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen